Jumat, 03 Mei 2013

Biarkan Cinta Tetap Diam




Biarkan cinta tetap diam
Biarkan semua kembali ke tempat awalnya
Sebelum ada rasa tercipta
Agar kau dapat melanjutkan langkahmu
Agar kau dapat bertemu dengan sejatimu

Biarkan cinta tetap diam
Agar kau tidak terluka lebih dalam lagi....

Kamis, 02 Mei 2013

Andai Kau Tahu




Published : 2012


Sinopsis :

Pengakuannya membuatku merona. 
Dalam sesaat aku terpaku memandangnya... seolah dia hanya imaji belaka.
Bahwa semua ini hanya mimpi di suatu malam.

Seolah tak mengerti kejengahanku,
kejujuran demi kejujuran meluncur keluar dari bibirnya.
Tentang punian tulusnya akan maknaku di hidupnya.
Tentang harapannya akan diriku yang hadir di hidupnya selamanya.

Aku belum cukup mengenalnya.
Aku tak pernah memikirkannya.
Jadi, bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya, 
bahwa perasaanku dan perasaannya tidak berada di garis yang sama?

Menunggu by Dahlian & Robin WIjaya



Published :2012


Sinopsis :


Aku sedang merindukanmu, apakah kau tahu itu?
Saat bulan penuh di atas kepala, 
aku menggantungkan doa untukmu di antara bintang-bintang.
Semoga suatu saat hatimu akan menoleh kepadaku,
menyadari bahwa akulah akhir penantianmu.

Aku ingin memelukmu, meraihmu, dan menyembunyikanmu dalam dekapanku.
Aku tak akan melepasmu pergi, aku janjikan itu padamu.
Dan kesabaranku kian menipis seperti batu yang terus-terusan tergerus air.
Aku sudah menunggu terlalu lama, nyerinya semakin lama kian terasa nyata.

Aku mencintaimu... karenanya aku selalu merindukanmu.
Namun, semperti pertanyaan yang kubisikkan pada rembulan malam itu:
apakah kau juga sedang merindukanku?

Promises, Promises




Published : 2011


Sinopsis :


Setelah bertahun-tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi. 
Berdiri, berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan.
Harusnya "Apa kabar?" dan "Aku selalu memikirkanmu" bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita.
Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu.
Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu.
Tak ingin kau menyentuhku semudah itu. 
Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu...
meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi.
Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu--tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu.
Namun lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali

Membuatku jatuh dan terluka lagi....

Rabu, 01 Mei 2013

The Pilot's Woman




Published : 2010

Sinopsis :


Kau membuat semuanya terasa mudah....


Kau tak mendesakku untuk langsung percaya--kau menunggu. 
Kau tak berjanji akan membuat luka di hatiku benar-benar sembuh, tapi kau bersedia menangis dan merasakan sakit bersamaku.
Tak peduli sebanyak apa aku menyangkal arti dirimu, kau tetap di sini bersamaku.

Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu.
Aku tak bisa membayangkan hari-hari tanpa senyumanmu.
Bagaimana rasanya hidup tanpa suara tawamu?
Aku tak tahu.
Aku tak ingin tahu.

Jadi, beri aku sedikit waktu.
Aku akan berusaha semampuku.
Sampai aku bisa mencintaimu sebesar kau mencintaiku.

Sedikit waktu lagi, sampai aku layak mendapatkanmu....

Name Of The Game




Published : 2010

Sinopsis :


Aku mencintaimu, tapi aku ragu
kau akan menerimaku apa adanya.

Sebelum kita saling kenal, 
kau tidak mengenalku.
Setelah menghabiskan waktu bersama pun,
kau tidak mengenalku.
Seperti permainan kartu,
aku menjaga baik-baik rahasia semua kartuku darimu.

Kau membuka kartumu satu per satu,
perlahan-lahan dan sangat menggoda.
Jantungku berpacu cepat,
apakah ini saatnya kau mengetahui rahasiaku yang sebenarnya?
Aku menggigit bibir.
Kurasakan keringat dingin mengucur pelan di kening.
Waktu kian menipis... inilah saatnya!

Dan, ketika tak ada lagi rahasia di antara kita,
aku bahkan tak berani mengangkat kepala.
Aku tak berani menghadapi kenyataan,
bahwa kau mungkin tak akan lagi peduli padaku....

After Office Hours




Published : 2010


Sinopsis :


Dan, suatu hari, kita bertemu lagi. Waktu berbeda, situasi yang berbeda juga. Kalaupun ada yang tak berubah, hanyalah perasaanku kepadamu. Aku masih tak punya alasan untuk membalas perasaanmu.

Namun, kau terlalu keras kepala untuk mengakui ketidakcocokan kita. Kau berjudi dengan perasaan, seolah tak khawatir sewaktu-waktu aku bisa menyakitimu. Kau menjanjikan cinta dan aku malah menertawakanmu.

Akhirnya, kau berhenti--menyerah atau balik membenciku, aku sendiri tak tahu. Aku mencoba menghibur diri, berpikir kalau tanpamu aku pasti baik-baik saja. Tetapi, kenapa dadaku sesak saat melihat punggungmu pelan-pelan menjauh?

Apakah ini artinya aku harus balik mengejarmu?